Wednesday, September 07, 2011

Masa Akhir Majapahit dari Catatan Hasan Djafar |

Author: Hasan Djafar
Publisher: Komunitas Bambu
Genre: Sejarah
ISBN 9789793731483
Desember 2009; 1238 halaman.

Girindrawarddhana adalah Raja Majapahit di masa-masa yang sulit dan penuh pertengkaran itu. Melalui penelusuran silsilah raja-raja Majapahit, pakar arkeologi ini bukan saja membuktikan Girindrawarddhana sebagai keturunan Raja Majapahit sebelumnya, tetapi juga bagaimana raja ini menghadapi konflik keluarga yang terus menghebat pasca kematian Hayam Wuruk.

Adalah menarik buku ini juga memerikan ihwal "sinkretisme" atau "paralelisme" agama Hindu (Siwa) dan Buddha yang memberi corak tersendiri kehidupan beragama masa akhir Majapahit. Tentang situs Trowulan yang ternyata bukanlah ibukota Majapahit yang permanen, lebih sebagai bekas ibukota dan salahsatu kota dari Kerajaan Majapahit. Termasuk penafsiran keliru atas candra sengkala "sirna-ila?-kertani?-bhumi" dari Serat Kanda yang dianggap sebagai tahun keruntuhan Majapahit. Padahal itu hanya ungkapan perebutan tahta kerajaan. Dan buku ini memang hadir salahsatunya untuk menjawab pertanyaan penting seputar isu perebutan tahta, siapakah Raja Majapahit terakhir dan lebih jauh kapankah Kerajaan Majapahit runtuh?

Buku ini menguak bagaimana keluarga Kerajaan Majapahit terlibat perang perebutan tahta dan akhirnya mengalami kemunduran di awal abad ke-16. Termasuk juga peranan daerah pasisir, terutama Kerajaan Islam Demak yang semakin memperlemah Kerajaan Majapahit dan membuat keluarga kerajaan itu melarikan diri.

Image location: http://photo.goodreads.com/books/1263862671l/7607372.jpg

Labels: ,