»Life is a Journey ←
Text Version erg4.3.11














Tuesday, May 27, 2008

Malang Kembali, Malang Tempo Doeloe

DSC02041Usai sudah gawe besar pemkot Malang. Event Malang Kembali yang menjadi agenda rutin tahunan telah menyihir rakyat kota Malang untuk tumpah ruah, bernostalgia, di sepanjang penggal jalan Ijen. Kawasan Ijen memang sarat dengan bangunan peninggalan kolonial yang memang dipertahankan oleh Pemkot, termasuk satu gardu listrik yang berada tepat di tengah boulevard.

Jalan Ijen disulap menjadi gerai-gerai yang menjajakan aneka macam souvenir abad 19–20, aneka makanan dan jajan tradisional. Pengunjung pun tak kalah antusias dengan menggunakan busana-busana jadul seperti kebaya, beskap, bahkan ada pula yang menggunakan busana demang lengkap dengan sepeda onthel dan jam bulatnya. Rupanya tak hanya kalangan tua yang datang di event ini, nyata benar bahwa banyak muda-mudi yang tertarik dengan sejarah perkembangan kota Malang dari abad ke abad.

Terpampang jelas di sebuah baliho di depan museum Brawijaya dimana diceritakan tentang sejarah terbentuknya kota Malang, bahkan lebih lama lagi, terbentuknya dataran tinggi Malang. Tentang kerajaan-kerajaan yang berpengaruh serta keadaan sosial geografis kota Malang itu sendiri. Wow, sebuah wisata budaya yang patut diagendakan kembali tahun depan.

Sayang sekali saya hanya kebagian akhirnya saja, namun teramat sangat bersyukur karena telah menikmati salah satu ikon kota Malang …. Malang Kembali, Malang Tempo Doeloe.

Hmmm…. sepertinya ada yang salah. Malang tempo doeloe BBM ndak mahal kaya begini, kenapa sekarang tetap mahal ya?

Posted by Andika Prasetyo at 6:58 AM | 0 comments | View blog reactions
Saturday, May 24, 2008

Gajayana

Bendung Karang Kates Kali ini perjalanan dari Jogja menuju Malang tidak menggunakan travel melainkan KA Gajayana yang berangkat, menurut jadwal, pukul 01.20 namun baru datang pukul 02.15. Mantap kali telatnya. Tiket Gajayana tujuan Malang Rp100,000,- dan harga ini bisa naik lagi jika peak season, ayo siapa mau ke Malang? Tapi nggak dapet makan loh, berbeda dengan travel, tiketnya Rp90,000,– an, tapi sudah dapat makan, dianter sampe tujuan, cuman ya gitu deh, masih pagi buta. Dan sepertinya saya hanya pindah tidur saja, lha mau liat apa wong di luar yo gelap sekali.

Perjalanan dengan kereta menarik saat fajar mulai menyingsing dimana kereta sudah masuk daerah Kediri. Banyak sungai yang dilewati dengan pemandangan lembah dan ngarai semacem canyon gitu deh. Pemandangan gunung Kelud di kejauhan yang sempat menggeliat beberapa waktu lalu serta hamparan sawah yang mulai menguning. Selepas stasiun Blitar, kereta mulai masuk daerah berbukit. Ada dua terowongan panjang yang dilalui dan pemandangan waduk Karang Kates. Wow ... keren.

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum melanjutkan tugas ke Surabaya, Bandung, dan Jakarta meskipun tugasnya sama aja, menggolongkan barang. Setelah selesai dengan segala urusan dinas, akhirnya harus kembali juga ke Malang. Tak hanya minyak tanah yang dikonversi ke gas, golongan barang yang awut-awutan juga tak luput dari kebijakan konversi hehehehe *ups*

Mohon maaf kalau kualitas gambar kurang bagus, maklum aja cuma pake kamera henpon. Nanti foto lagi deh kalo kameranya dah balik dari Bali. Huahahahahaahah *hush*
Posted by Andika Prasetyo at 12:50 PM | 0 comments | View blog reactions
Tuesday, May 20, 2008

Antara Kau, Sapi, dan Sapi Temanku

sapi
Posted by Andika Prasetyo at 9:28 PM | 0 comments | View blog reactions
Monday, May 19, 2008

Ping Reply from Telkom Net Instan

Beginilah saat ini menggunakan TelkomNet Instan ….


C:\>ping www.yahoo.com -t


Pinging www.yahoo-ht3.akadns.net [209.191.93.52] with 32 bytes of data:


Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Reply from 209.191.93.52: bytes=32 time=4123ms TTL=55
Reply from 209.191.93.52: bytes=32 time=737ms TTL=55
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Reply from 209.191.93.52: bytes=32 time=2935ms TTL=55
Reply from 209.191.93.52: bytes=32 time=1079ms TTL=55
Reply from 209.191.93.52: bytes=32 time=690ms TTL=55
Reply from 209.191.93.52: bytes=32 time=704ms TTL=55
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Reply from 209.191.93.52: bytes=32 time=3470ms TTL=55
Reply from 209.191.93.52: bytes=32 time=706ms TTL=55
Reply from 209.191.93.52: bytes=32 time=673ms TTL=55
Reply from 209.191.93.52: bytes=32 time=743ms TTL=55
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Reply from 209.191.93.52: bytes=32 time=2238ms TTL=55
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.


Begitulah dan seterusnya dan seterusnya. Cari yang murah ah!

Posted by Andika Prasetyo at 8:38 PM | 0 comments | View blog reactions
Sunday, May 18, 2008

Round 3: Jogja

temulawakSetelah cukup lama merantau, cieeeee merantau, maksudnya lama meninggalkan kampung halaman begitoo, tibalah giliran Jogja untuk dieksekusi sistem penggolongannya. Perjalanan yang cukup melelahkan dari Jember karena saya harus berganti mobil tiga kali meski dalam satu operator travel.

Di rumah makan Tongas Asri sebelum masuk kota Pasuruan saya ganti mobil dari Probolinggo untuk melanjutkan ke perjalanan ke Surabaya, lalu di Surabaya pindah mobil lagi ke jurusan Jogja. Begitulah, perjalanan saya yang teramat melelahkan dan ngilu di tulang belakang *sigh*

O iya, sebenarnya saya ingin mempublikasikan foto-foto sepanjang perjalanan ke Bali, namun karena penyakit lupa saya kambuh, begini kalo buru-buru, kamera saya tertinggal di kantor Bali. Huahahahaha kasian deh kata Hendro. Jadi cuma beberapa foto hasil jepretan Sonec K510i saya aja gpp kan. O iya (lagi) saya temukan botol minuman Temulawak di Jember, masih ada gak ya di Jogja?

Labels:

Posted by Andika Prasetyo at 5:58 PM | 0 comments | View blog reactions
Saturday, May 17, 2008

Round 2: Jember

Perjalanan dari Bali ke Jember lebih kurang 5 jam, meskipun saya dijemput pukul 7 malam namun mulai meninggalkan kota Denpasar sekitar pukul 9 malam (WITA). Maklum saya naik travel, tiketnya Rp130,000- dengan jatah makan malam sekali, coba kalo dua kali ya, tentunya lebih asik tuh.

Sepanjang perjalanan cuma tidur, termasuk saat mobil masuk kapal pun saya hanya sebentar terjaga lalu terlelap lagi hingga masuk pintu gerbang kompleks perumahan Mastrip, mess tempat saya menginap. Berputar... berputar... akhirnya saya memilih turun di perempatan blok E. Rumah yang saya cari ada di blok F, saya pikir tak jauhlah dari situ daripada pak sopir senewen gak nemu-nemu rumahnya. Benarlah, mas Hadi sudah menunggu di depan rumah sesaat setelah saya menelpon.

Jember kota yang cukup panas, terasa sekali membakar kulit. Lihat nih saya tambah item. (emang dasarnya item)

Labels:

Posted by Andika Prasetyo at 7:19 AM | 0 comments | View blog reactions
Friday, May 16, 2008

Venue on Bali

Tak banyak yang bisa saya kunjungi di Bali, secara saya kerja gitu loh. Hari pertama hanya orientasi di hotel aja, suasananya enak cuma banyak nyamuk. Lengan saya bentol-bentol meski selimutnya tebal kadang kalo dah lelap lupa kali ya kalo dah pake selimut. Siangnya makan siang di warung Bali. Awas ada babi guling. Saya ndak boleh makan, jadi saya pilih ayam betutu saja, seperti gulai cuma agak asam dan relatif pedas. Tidak cocok buat saya ternyata.
Hari kedua saya bersama Hendro dan Joko makan pagi di Flo fashion & kafe. Nah kalo yang ini recomended deh, selain tempatnya asik, romantis, gak panas, masakannya juga ndak mahal, enak pula. Ada di jalan Teuku Umar, kiri jalan kalau dari arah Imbo (Jl Imam Bonjol) deket sama gerai henpon. Sorenya mampir Kuta beberapa menit abis nganter Hendro di Bandara, lalu balik toko lagi. Kerja!
Hari ketiga selesaikan kerjaan. Sembari iseng ikut Joko nganter barang, kami singgah di warung Be Pasih, di jalan Pemuda III/24. Menu ikan. Pepes ikannya enak, sepaketnya ndak lebih dari 15 ribuan dan ada beberapa pilihan menu paket ikan. Dalam sepaket, ada sup ikan dan menu tambahan lain, nah di paket saya itu ada yang namanya sobrotan atau srobotan ya saya lupa. Seperti plencing tapi pake bumbu kelapa muda, lebih mirip urap/gudangan tapi ada kacang goreng utuhnya, dan pedes pula. Pepesnya enak, next balik sana lagi boleh kok.
Sudah ya, saya mau bobok.

Labels: ,

Posted by Andika Prasetyo at 11:28 PM | 1 comments | View blog reactions

Round 1: Bali

Round 1. Tentu ada kelanjutannya, yang kedua dan seterusnya. Proses ini akan berlanjut ke Jember, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Jakarta.

Kali ini saya bersama Hendro. Sebagai support system, saya memang membutuhkan beliau untuk mendukung kelangsungan program-program yang akan diaplikasikan di unit. Termasuk kali ini. Agenda beliau yang harus ke Bali dan atas rekomendasinya pula, Bali menjadi obyek pertama yang harus dibenahi. Urgent!

Bertolak dari Malang pukul 8 malam. Meski saya sempat dijemput pukul 6.15 petang, namun karena harus menjemput penumpang lain akhirnya harus rela turut serta mengitari sebagian kota Malang. Kami menggunakan travel Bali Prima, dengan armada Mitsubishi L-300 barunya yang cukup nyaman, interiornya pun cukup lapang meski harus duduk berenam di kabin belakang. Beruntung perjalanan lancar hingga transit di rumah makan Setia, Besuki, pukul 11 malam. Tak terasa memang karena kami terlelap dalam buaian AC yang tiada henti menerpa tubuh penat tak berdaya hingga kami tersadar saat jendela mobil diketuk petugas yang membagikan kupon makan. Rupanya rumah makan ini adalah salah satu rumah makan transit karena banyak operator travel yang melakukan transit di sini. Malam itu menunya nasi, mie goreng, ayam goreng bumbu kecap, sup, dan gulai.

Perhentian ini cukup lama karena kami harus berganti mobil. Biasanya transit hanya berkisar 30 sampai 45 menit namun kami menunggu 2 jam karena harus ganti armada dan menunggu armada dari Surabaya. Armada yang kami tumpangi dari Malang hanya berakhir di Banyuwangi karena hanya ada 3 penumpang tujuan Denpasar, dan kamipun dialihkan ke armada yang lain dengan tujuan Denpasar, tentu saja dari operator yang sama.

Menjelang subuh kami memasuki kawasan pelabuhan penyeberangan Ketapang, Banyuwangi. Antrian panjang membuat kami harus menunggu meski tak lama. Rupanya antrian terjadi karena jalan menuju pelabuhan tak terlalu lebar sementara kendaraan yang akan menyeberang cukup banyak, apalagi didominasi truk-truk besar. Setelah masuk pelabuhan ternyata kami tidak harus mengantri kapal, mobil langsung nyelonong masuk, lalu parkir. Tak satupun penumpang yang berniat keluar mobil selain pak sopir. Gatel banget di dalam mobil, seperti terkurung dalam sangkar. Gak betah saya! Kebetulan aja kebelet pipis, sayapun keluar mobil mencari toilet di dek penumpang. Hmmm tak banyak penumpang yang naik kapal, mayoritas sopir dan kernet truk yang tadi kutemui di sepanjang jalan. Langkahku tak terhenti sampai menemukan toilet (pria) dengan jendela bulat khas kapal laut. Luamayan bersih.

Usai dengan urusan urin, langsung menuju dek paling atas. Saat itu matahari belum muncul, hanya semburat merah di ufuk timur. Saya duduk termangu di samping ruang kemudi, menanti sang surya bangun dari tidurnya untuk menerangi dan menghangatkan mayapada. Beberapa momen sempat terabadikan di Casio Exilim X-72 ku di selama 30 menit melintasi selat Bali. Selebihnya, saya terlelap kembali sepanjang perjalanan Gilimanuk - Denpasar hingga tiba di Hayam Wuruk 175, Museum Lukisan Sidik Jari Ngurah Pemecutan, Toko Buku Diskon Togamas. Tak jauh dari kantor, ada Hotel Trio, tempat kami bermalam. Room Standart 200 ribu dan Deluxe 250 ribu include breakfast ---roti bakar dan secangkir teh manis. Siangnya kami sempatkan mencicip ayam betutu, semacam gulai dengan bumbu khas bali, sarat rempah, nikmat sekali. Sepertinya saya mulai lelah menulis, bagaimana kalau saya lanjutkan besok-besok. Ya ya ...

Labels: ,

Posted by Andika Prasetyo at 9:03 AM | 0 comments | View blog reactions
Saturday, May 03, 2008

Huma di atas bukit

Seribu rambutmu yang hitam terurai
Seribu cemara seolah mendera
Seribu duka nestapa di wajah nan ayu
Seribu luka yang perih di dalam dadaku

Di sana kutemukan bukit yang terbuka
Seribu cemara halus mendesah
Sebatang sungai membelah huma yang cerah
Berdua kita bersama tinggal didalamnya

Tampaknya tiada lagi yang diresahkan
Dan juga tak digelisahkan
Kecuali dihayati
Secara syadu bersama selamanya


Bait di atas diambil dari lagu Huma Di Atas Bukit yang tenar di era 80–an. Masih inget siapa yang menyanyikan? Achmad Albar bersama Donny Fatah, Ian Antono dalam band GodBles. Meski sempat beberapa kali berganti formasi hingga merubah nama menjadi Gong2000 namun sampai sekarang masih terlihat solid. Lagu-lagunya juga masih banyak digemari, khususnya saya huahahuahahuaha (narsis kebatjoet!)


Nahhh … ada terbesit something ndak sama lagu itu. Anyhow, saya ndiri ndak terlalu yakin bener-bener tersurat atau tersirat tapi menurut teman saya sih begitu. Mari kita dalami maknanya.


Inti dari lagu ini adalah menggambarkan dua insan yang lagi jatuh cinta, saling memuji, hingga bersenggama. *shit* Bener begitu?
Bait pertama adalah foreplay, dimulai dengan pujian-pujian dan basa basi nggak jelas.
Bait kedua, mari kita telaah bersama-sama.

Di sana kutemukan bukit yang terbuka, seribu cemara halus mendesar, sebatang sungai membelah huma yang cerah, berdua kita tinggal di dalamnya…..

Adalah tahapan intercourse *halah*


Lalu bait ketiga adalah babak akhir dari satu permainan ini …. silakan diterjemahkan sendiri.

Labels:

Posted by Andika Prasetyo at 7:19 AM | 0 comments | View blog reactions
Friday, May 02, 2008

Blogjet

Salah satu editor blog client based ini saya dapat dari hendro; setelah proses pemasangan selesai, sedikit seting konfigurasi, mengisikan profil untuk login, masuklah ke kontrol panel nya. Weitzzzz … simpel.


Menurut saya cenderung kompak, artinya lebih dari cukup sebagai media untuk melakukan manajemen blog terutama jika kita mempunyai banyak akun di berbagai host. Blogjet ini mampu menangani sekaligus beberapa akun yang kita daftarkan dan akan mengambil isi potingan kita untuk di atur dari konsol ini. Mudah bukan?


Tampilan menunya-pun gak jauh beda dengan menu pada piranti pengolah kata atau saat kita berada di kontrol panel sebuah CMS atau layana blog. Tinggal ketik, publish, sangat mudah. Ufhhh … nyobain lagi ah.

Labels:

Posted by Andika Prasetyo at 10:49 PM | 0 comments | View blog reactions