Menjelang 8 Juli 2009 : Pemilu Presiden
Untuk yang kesekian kalinya Presiden dipilih langsung oleh rakyat. Terlepas dari berbagai polemik yang mengiringi proses pilpres berlangsung, saya menaruh rasa hormat kepada seluruh elemen masyarakat yang senantiasa turut berpartisipasi menentukan masa depan negeri ini.
Entah siapa Presiden kita nantinya! Mau diputar berapa kali pilpresnya! Saya hanya berharap semua dilakukan dengan pertimbangan berdasarkan hikmat kebijaksanaan dalam permusyawatan perwakilan.
Saya bukan pengamat politik, bukan pula petugas survey yang memantau jalannya "revolusi" kampanye hingga pilpres. Saya hanya rakyat jelata yang mendambakan kemakmuran negeri ini, sederhana bukan?
Mari, kita sukseskan pilpres 8 Juli mendatang dengan segala daya upaya. MERDEKA!!!
Tebak: Siapa Nama Bapak dan Ibu Budi?
Sudah berapa lama anda belajar Bahasa Indonesia? Sudah cukup lama bukan? Demikian halnya saya, sudah sejak 24 tahun silam saya belajar dengan buku bersampul cokelat terbitan Balai Pustaka.
Kalimat pertama yang kita baca adalah Ini Budi, lalu dilanjutkan dengan Ini Bapak Budi, Ini Ibu Budi. Tulisannya cukup besar dibandingkan bahan bacaan yang saya baca sekarang sehingga cukup jelas untuk belajar anak seusia saya (waktu itu).
Budi punya adik, namanya Iwan. Ima adalah kakak Budi dan Hasan adalah pamannya. Nah, yang sampai hari ini tidak saya ketahui namanya adalaha Bapak dan Ibu Budi. Siapa namanya?
Kalau menurut teman saya, yang bernama santent, nama bapak Budi adalah ini. Begitupun nama ibunya. Begini pendapatnya :
Ini bapak budi; berarti nama bapaknya adalah ini.Kalau menurut Anda?
Ini ibu budi; begitu juga ibunya bernama ini.
Sesaat saya tertegun, terkesima melihat iklan televisi tentang suasana kelas dimana mereka sedang belajar mengeja dalam pelajaran bahasa Indonesia, mirip waktu saya kelas 1 SD dulu. Bedanya, yang di ajar adalah pemain sepak bola terkenal, pemain Manchester United yang akan melakukan eksibisi di Indonesia. Digawangi perusahaan seluler iklan tersebut cukup menggelitik. Coba liat mimik mereka saat mengeja Ini Budi, Budi suka bermain bola he he he ... ampuuuun deh!!!
Jangan lupa, cari jawabannya, siapa nama bapak budi?
Pameran Buku TIDAK BIASA
| What: | Pameran Bukan Buku Biasa Jajaran buku-buku LUAR BIASA, dengan DISKON TIDAK BIASA. Temukan hanya di Togamas Urip Sumoharjo, Yogyakarta. HANYA SELAMA BULAN JULI, tunggu apalagi BURUAN!!! |
| When: | Wednesday, July 1, 2009 9:00 AM to Friday, July 31, 2009 10:00 PM |
| Where: | Togamas Udjo Jl Urip Sumoharjo Yogyakarta, DI Yogyakarta 55000 Indonesia |
Labels: blog
Kuliner Malam Sidoarjo: Tahu Tek Sekardangan
Ngomongin tahu tek, warga Jawa Timur pasti sudah tidak asing lagi. Kuliner mirip gado-gado ini bisa ditemui di sepanjang jalan protokol hingga di gang-gang kecil. Bahkan, menu ini sudah merambah ke gerai-gerai di pusat perbelanjaan dan restoran.
Jika belum pernah ke Sidoarjo, bolehlah mampir sejenak untuk sekedar mencicipi nikmatnya tahu tek Sekardangan. Mencarinya tidaklah sulit, cobalah menyusuri jalan alternatif menuju Malang melalui RS Siti Hajar. Sesampainya di simpang tiga Sekardangan belok kiri (belok kanan ke arah kota/Malang), tepat di depan SDN Sekardangan warung kecil ini berdiri.
Buka dari sore hingga tengah malam, warung tahu tek ini tak pernah sepi pembeli, terlebih karena porsinya yang jumbo. Namun, bukan karena porsi jumbo yang membuat warung ini terkenal, siraman cita rasa kuah kacang yang membumbui tahu, taoge, lontong, kentang, dan telur terasa legit di lidah. Bumbu yang diracik secara tradisional merupakan campuran rempah-rempah, kacang, dan petis udang yang memunculkan aroma khas menggugah selera.
Harga per porsinya juga tidak terlalu mahal, cukup dengan Rp6,000,- sampai Rp8,000,- saja, tinggal kita siapkan susunan usus halus untuk menggilingnya. Bagaimana, mau dicoba?
Togamas DTC Dibuka Lagi
Tutup beberapa hari, melakukan pembenahan, akhirnya pelanggan Togamas DTC dapat kembali berbelanja kembali. Rencana buka tanggal 20 Juni pun mundur karena masalah teknis, resminya tanggal 25 Juni ini baru dibuka untuk umum.
Ada yang berbeda di Togamas DTC sekarang. Selain areanya lebih kecil, yakni hanya 300m2 koleksi buku-bukunya juga lebih kompak dan segmented. Menurut Budi Sudarsono, penanggung jawab Unit Partnership Togamas area Jawa Timur, Togamas DTC memang dikonsep segmented, dimana golongan buku yang laku disana adalah buku anak dan agama khususnya buku-buku islam. Meski demikian, buku-buku populer yang lain juga tetap ada hanya saja koleksinya tak sebanyak toko yang lama.
Memang, sejak sebulan lalu toko DTC yang lama sudah pindah ke lokasi baru di Jl Margorejo Indah No.112A dan berganti nama (callsign) Togamas Margorejo.
Togamas DTC masih menempati lantai 5 gedung Darmo Trade Center blok C dan dikelola oleh PT Dharmasava Putera Harapan. Toko ini menjadi gerai ke-10 dari unit partnerhip Togamas yang sudah buka setelah Togamas Kediri, Togamas Probolinggo, Togamas Mojokerto, Togamas Banyuwangi, Togamas Madiun, Togamas Blitar, Togamas Jombang, Togamas Sidoarjo, dan Togamas Gresik.
Labels: blog
Hati-Hati, Ada Leci Bergincu
Saat musim buah datang akan banyak pedagang di pinggir jalan menjajakan dagangannya, tak terkecuali leci. Setau saya jalan raya Surabaya - Sidoarjo, cukup banyak dijejali pedagang saat musim buah datang. Dan ini bisa terjadi dimanapun.
Leci (Litchi chinensis; Lychee) merupakan salah satu buah penghasil vitamin C yang cukup tinggi. Keluarga dekat rambutan dan lengkeng ini mempunyai cita rasa dan aroma yang khas. Buahnya berkulit kasar warna merah kecokelatan dengan tekstur daging buah yang lembut. Kandungan sukrosa dan glukosanya cukup untuk menyuplai energi tubuh kita selain kandungan fosfor, protein, dan lemak.
Namun, berhati-hatilah saat akan membeli buah leci terutama pedagang buah musiman. Minggu lalu saya bersama isteri membeli 3kg leci dengan harga Rp10,000 perkilonya. Diantara rentetan pedagang musiman yang parkir di pinggir jalan raya Surabaya - Sidoarjo kami sengaja mencari pedagang yang memajang buah yang masih segar. Dari kejauhan nampak display buah-buah leci berwarna merah merona, memang terlihat segar dan "mengecoh" mata beberapa pengguna jalan. Beberapa diantara merekapun rela memarkir kendaraannya hanya untuk membeli si kulit merah berbintil itu.
Kecurigaan saya muncul saat melihat noda merah di keranjang buah yang biasa digunakan untuk packing. Masa iya sih kulit buahnya luntur? Sesaat mata saya melongok di belakang lapak, ternyata ada sebuah kotak kayu yang penuh noda pewarna diletakkan di tepi rel. Makin yakinlah saya ini hanya akal-akalan si pedagang untuk menarik pembeli. Dugaan saya diperkuat dengan noda-noda merah di tangan isteri saya setelah mencicip beberapa buah. Cobalah untuk teliti saat anda memilih buah, apakah ada rekayasa terhadap produknya atau tidak. Dalam kasus ini saya coba cek ulang dengan "memelototi" setiap jengkal untaian buah dan sekali lagi terbukti adanya rekonstruksi terhadap buah dan tangkainya. Terlihat jelas bahwa tangkai buah juga terkena pewarna, maka dari itu WASPADALAH.
Sesampai di rumah untaian buah tadi langsung direndam dalam bak hingga seluruh pewarna larut dalam air, benar! Semua hanya akal-akalan pedagang. Masih untung tidak mencemari daging buah. Huhuhuh padahal dengan untaian buah berdaun yang terlihat segar saja pembeli sudah dibohongi loh, lihat saja daunnya cuma daun pohon tanjung. Lha kok ini sampe di rekayasa warna kulit buahnya, opo tumon!
Image grabbed : fadliansyah website
Kurangi Konsumsi Plastik, SEKARANG!
Narsiskah? Atau terlalu idealis? Entahlah, yang penting sudah saatnya kita mulai bijak menyikapi plastik. Sudah cukup banyak sampah plastik yang mengotori bumi kita, dan sudah banyak banjir di kota disebabkan banyaknya sampah (plastik) yang menyumbat saluran air.
Mengapa tidak kita pikirkan dari sekarang, akan dimulai dari mana. Memang sudah banyak yang menyerukan untuk mengurangi bahkan menghentikan konsumsi plastik. Namun ajakan makro yang justru membuat kita bingung, HARUS MULAI DARI MANA?
Kenapa tidak kita mulai dari hal-hal kecil yang kita temukan sehari-hari. Biasakan membawa tas belanja pada saat ke pasar atau ke supermarket. Sederhana bukan? Namun efeknya akan menekan jumlah sampah plastik yang beredar di muka bumi ini. Bayangkan jika 200 juta penduduk Indonesia saja rata-rata setiap orang menggunakan 3 lembar tas plastik setiap hari, maka akan terjadi penumpukan 600 juta lembar sampah plastik per-hari, atau setara dengan 18 milyar lembar sampah plastik. Luar biasa! Itu bisa untuk membendung sejumlah sungai besar di Indonesia he he he.
Mari kita mulai dari hal-hal kecil, untuk manfaat yang lebih besar.
Kuliner Malam Sidoarjo: Pecel Ponorogo
Siapa bilang Sidoarjo nggak ada kuliner enak! Coba deh jalan-jalan malam di seputaran alun-alun kota Sidoarjo, dijamin nggak bakal kelaparan. Kalau masih kurang boleh melanjutkan jajan di kawasan parkir GOR Delta. Atau jalan agak jauh dikit ke kawasan Sidotopo. Hmmm ... di sepanjang jalan Gajah Mada hingga Majapahit juga banyak yang dapat disantap malam hari.
Satu persatu coba saya ulas di sini, jika cocok boleh langsung meluncur untuk mencoba.
Sudah beberapa hari ini saya keranjingan makan pecel. Dari beberapa warung pecel yang saya singgahi, hanya beberapa saja yang berkesan di hati. Pecel Pandegiling di Surabaya meninggalkan kesan cukup dalam. Selain pedas, harganya juga cukup mahal untuk bisa diobrol "makan pecel". Meski isinya "cuma" daun kemangi, mentimun yang dipotong kecil-kecil, biji lamtoro plus segepok empal serundeng dan rempeyek namun jangan pernah bilang kapok untuk makan di warung kecil yang tidak buka cabang ini. Ah, sudahlah. Sekarang kita ngomongin kuliner di Sidoarjo saja.
Kembali ke keranjingan saya pada pecel, saya menemukan pecel yang benar-benar pas, baik kualitas maupun kuantitasnya, mak nyusss...!! kalo pak Bondan Winarno bilang. Pecel khas Ponorogo, buka malam hari di alun-alun kota Sidoarjo. Itu juga tau dari isteriku, nyicip sekali, sampe saya menulis berita inipun masih terbayang nanti malam harus makan lagi he he he ....
Isinya tidak beda dengan pecel pada umumnya, bayam, taoge, bunga turi, irisan mentimun dan daun kemangi disajikan dengan "pincuk" daun pisang batu. Bedanya hanya pada bumbu pecelnya, racikan rempah-rempah dan cabai berpadu menghasilkan rasa pedas namun terasa segar di mulut.
Di sini kita juga bisa menambah lauk sendiri diantaranya tempe goreng, paru goreng, sate telur puyuh, atau telur dadar dan mata sapi. Silakan pilih sesuai selera! Jangan takut haus, di kiri - kanan kedai pecel ada kedai jus buah segar. Ayo, siapa mau?
Labels: kuliner
Heli TNI Jatuh (Lagi)
Belum genap seminggu musibah Bolkow di Bandung, kini TNI harus kehilangan putra-putra bangsa dan alutsista-nya. Helikopter PUMA SA 330 buatan Prancis tahun 1978 itu terjerembab di lanud Atang Sanjaya, Bogor.
Heli tersebut sedang melakukan test flight yang kedua setelah perbaikan auto pilot di Bandung. Pada sesi pertama heli dapat mengangkasa dengan baik berikut seluruh panel dan instrumen berfungsi dengan baik. Setelah rehat dilanjutkan dengan tes terbang kedua, namun heli seperti kehilangan kontrol dan jatuh di landasan.
Dua teknisi tewas seketika sedangkan pilot dan co-pilot meninggal di rumah sakit. Sementara tiga teknisi lainnya masih dalam perawatan intensif. Seluruh korban rata-rata mengalami luka bakar tingkat tinggi karena setelah menghujam heli langsung meledak dan menimbulkan bola api besar.
Jika kita melongok ke belakang dalam beberapa bulan terakhir, TNI telah kehilangan beberapa pesawat diantaranya :
- 6 April 2009
Fokker F-27 Troopship A-2703 jatuh dan terbakar di lanud Husein Sastranegara Bandung - 20 Mei 2009
C-130 Hercules A-1325 jatuh di Magetan - 8 Juni 2009
Helikopter Bolkow BO-105 PT DI jatuh di Batujajar Bandung - 12 Juni 2009
Helikopter Puma SA 330 jatuh di lanud Atang Sanjaya Bogor
Drag Me to Hell - Reviews
Nasib lajang pegawai bagian kredit di sebuah bank nasional, Christine Brown (diperankan oleh Alison Lohman) memang tak bisa diprediksi. Usahanya untuk membantu seorang gipsi yang rumahnya disita oleh bank, gagal karena ditolak atasannya Mr. Jack (David Paymer). Padahal niatnya untuk membantu tidak lain adalah untuk dapat mengisi posisi asisten manager yang masih kosong.
Merasa dipermalukan di depan umum, wanita gipsi (Mrs Ganush diperankan oleh Lorna Raver) tadi lalu mengumpat dan mengutuk Christine di depan rekan-rekan dan nasabah bank tempatnya bekerja. Tidak sampai di situ, Ny Ganush ternyata sudah menunggunya di tempat parkir. Entah bagaimana caranya dia sudah ada di dalam mobil Christine hingga terjadi perkelahian seru. Dengan ilmu magis Ny Ganush dapat dengan mudah menghipnotis Christine lalu mengambil kancing baju di lengannya sebagai media kutukan terhadap lamia, sosok roh jahat yang akan menemui objeknya pada hari ke-3 setelah kutukan disampaikan.
Kehidupan Christine berikutnya sungguh sangat menakutkan. Setiap hari selalu diganggu ulah roh jahat lamia, bahkan hingga merusak hubunggannya dengan sang kekasih, Clay Dalton (Justin Long). Kesabaran Clay lah yang membuat percaya diri Christine tetap terjaga hingga mengantarnya kepada Rham Jas ( Dileep Rao), seorang rahib yang membuka praktik ramal nasib di sudut kota. Dari Rham Jas lah diketahui bahwa Christine dirasuki oleh roh lamia yang akan menjemputnya pada hari ke-3 kelak.
Segala daya upaya dilakukan untuk mencegah munculnya lamia. Rham Jas membawa Christine kepada Shaun San Dena (Audriana Barraza), seorang gipsi yang juga mempunyai dendam kepada lamia karena merenggut anak laki-lakinya, --- di awal film dikisahkan anak laki-lakinya menerima kutukan lamia setelah membawa kalung bermantra. Dibantu asistennya, Shaun San Dena telah menyiapkan ritual khusus untuk mengundang lamia. Melalui media kambing nantinya roh lamia akan dimasukkan ke sana selanjutnya disembelih. Namun, kejadian diluar kendali menyebabkan arwah masuk ke tubuh asisten Shaun dan berhasil diusir oleh Shaun. Shaun akhirnya meninggal karena kehabisan energi, sementara arwah lamia masih bergentanyangan menunggu Christine di hari ketiga.
Atas saran Rham Jas, kancing baju kutukan harus diserahkan kepada orang lain untuk menerima kutukan. Saat itu Christine harus berpikir keras kepada siapa kancing kutukan itu akan diserahkan, sempat terlintas akan diserahkan kepada Stu, rivalnya dalam mengisi kursi asisten manager. Akhirnya pilihan jatuh kepada jasad Ny Ganush yang meninggal beberapa hari lalu. Kutukannya akan dikembalikan kepada si pengutuk. Menurut Rham Jas, kutukan itu ditujukan kepada jiwa, bukan kepada jasadnya. Jadi, meski sudah meninggal, jiwanya tetap akan hidup dan tetap dapat menerima kutukan.
Usahanya berhasil membongkar makam Ny Ganush dan meninggalkan kancing baju yang berisi kutukan kepadanya untuk dialihkan kepada Ny Ganush.
Di akhir cerita penonton akan mengira bahwa kutukan lamina telah hilang seiring dengan berpindahnya kancing baju Christine kepada jasad Ny Ganush. Namun jika kita cermat, dalam perjalan pulang dari rumah Shaun, Clay yang mengemudikan mobil sambil berbincang serius dengan Christine hampir menabrak seorang kakek yang jutru mengumpat keduanya akan mati. Benar. Saat mengerem mendadak amplop yang berisi kancing baju itu jatuh dan tertukar dengan amplop berisi koin kuno yang diberikan Christine kepada Clay. Bisa dibayangkan, akhirnya lamina menjemput siapa?
Film Drag Me To Hell ini di sutradai oleh Sam Raimi dan ceritanya ditulis oleh Ivan Raimi, raimi sendiri pernah menyutradai film Spiderman dan The Evil Dead dan diluncurkan pertama kali saat festival film Cannes tahun lalu. Ketegangan sudah dimulai sejak awal tentang kematian anak Shaun dan terus bergulir hingga ajal menjemput Christine Brown.
Labels: blog










